Pada Senin (11/9) kemarin, Polri memperingati HUT polisi wanita (polwan) ke-69. Di saat ini Polwan Indonesia memang jumlahnya kalah jauh dibandingkan negara lain. Akan tetapi dengan keterbatasan itu, mereka tetap menunjukkan prestasi yang tak kalah tangguh dibanding polisi laki-laki.

Salah satu polwan berprestasi yakni Briptu Christeel Racheltania yang sehari-hari bertugas di Korps Brimob Resimen 1 Gegana. Meskipun di perempuan, laju pergerakan kariernya tidak kalah kencang dengan polisi laki-laki.

Pemilik senyum manis tipis ini dilihat secara kasat mata seperti perempuan kebanyakan. Ayu, cantik, murah senyum. Namun di balik itu, lulusan Pendidikan Bintara Polwan 2009 ini dia seorang polwan pemilik sertifikat antiterorisme dari Virginia, Amerika Serikat (AS).

“Saya lulusan Bintara 2009 dan langsung ditugaskan di Korps Brimob Resimen 1 Gegana dari Polda Kepri,” kata Christeel kepada JawaPos.com di Jakarta, Selasa (12/9).

Bertugas di Korps Brimob membuat dia harus mengimbangi latihan yang dikonsumsi oleh kaum adam. Bahkan perlakuannya hampir sama. Mulai dari terjun payung, menyelam dan menembak. “Hal itu merupakan keahlian yang harus dimiliki oleh pasukan Brimob,” ujar dara cantik ini.

Berkat ketekunan berkiprah di korps pasukan elite Polri, hingga akhirnya Christeel mendapat pendidikan antiterorisme CRT (Crisis Response Team) di Virginia, AS. Ketika itu utusan polwan dari Indonesia hanyalah tiga orang. Christeel satu di antara tiga orang itu.

Pada awal 2016, menambah kemampuannya dalam hal terorisme dengan mengikuti Master CRT di Antiterrorism Assistance Program – Department of State (ATA-DS) Amerika. Kala itu dialah satu-satunya Polwan Indonesia yang mengikuti Master CRT.

Master CRT merupakan standar kemampuan tertinggi untuk seorang operator. Tingkatan kurang lebih dari Operator CRT, Advance CRT dan Master CRT.

Pada tingkatan master CRT, Christeel dianggap mampu memiliki kemampuan lebih dalam memahami semua materi CRT. Sehingga dia berhak mendapat sertifikasi untuk menjadi instruktur CRT. “Itu sertifikasi di personel Brimob, saya dapat sertifikasi antiterorisme itu,” ucapnya.

Tidak hanya sebatas itu, Christeel juga mengaku dirinya mendapat range master untuk penembak jitu menggunakan sniper.

“Saya juga dapet range master untuk penembak tepat atau penembak jitu, cuma biasanya seharusnya saksuter,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here