MADIUN. BINs – (15/10/2018) Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Irjen. Pol. Drs. Luki Hermawan, M.Si didampingi Ketua Bhayangkari, Nyonya Atik Luki Hermawan meresmikan mushala Ar Razi dan beroperasinya Asrama Anak Yatim “Ginaris”, yang berlokasi di Desa Klagenserut, Kecamatan Jiwan, Madiun, siang tadi, Senin (15/10).

Apa keistimewaan mushala dan asrama yatim tersebut sehingga diresmikan oleh orang nomor satu di jajaran Polda Jatim?

Ternyata mushala dan asrama Ginaris dikelola oleh seorang anggota Polri berpangkat Inspektur Dua, berdinas di Kesatuan Brimob Madiun, bernama Rochmat Tri Marwoto, SH. Saat ini asrama Ginaris telah menampung, merawat dan mendidik tidak kurang dari 69 anak.

“Pertama, saya bingung dan kagum, kenapa giat humanis seperti ini, ada mushala, ada pesantren, justru dilakukan oleh anggota Sat Brimob. Saya kira dari anggota Bhabin Kamtibmas atau dari polisi umum yang banyak berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat, “kata Kapolda mengawali sambutannya.

Irjen Luki sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada Ipda Rochmat yang telah mengangkat nama baik dan citra Polri dengan aktivitasnya. Apalagi semua ini dilakukan dengan tidak meninggalkan tugas utama sebagai anggota Korps Bhayangkara.

Ipda Rochmat melakukan aktivitas sosial ini sejak tahun 2007 ketika masih berpangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda). Mulai dari menampung dan mendidik beberapa anak yatim, Ipda Rochmat harus merogoh dari kocek pribadinya.

Dalam kesempatan tersebut, Ipda Rochmat juga mendapat plakat penghargaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa atas dedikasinya kepada anak-anak dan generasi muda. Sebagai representasi dari UNICEF (United Nations Children’s Fund), hadir menyerahkan penghargaan Mister Lodewyk Pasulatan, staf UNIC (United Nation of Information Center) Perwakilan Indonesia.

Mister Lodewyk menyampaikan permintaan maaf, karena sedianya penghargaan ini diserahkan oleh perwakilan UNICEF langsung, namun karena adanya bencana gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, maka mereka tidak berani mengirimkan seorang pun untuk menghadiri acara tersebut.

Permohonan maaf dari UNICEF dikirim secara resmi dan tertulis melalui email kepada UNIC Perwakilan Indonesia.

Dalam kata sambutannya, Mister Lodewyk berharap apa yang dilakukan Ipda Rochmat bisa menginspirasi anggota Polri yang lain, bahkan masyarakat luas untuk peduli pada penyelamatan dan pendidikan generasi muda.

Acara ditutup dengan pemotongan pita oleh Ketua Bhayangkari Polda Jatim, Nyonya Luki Hermawan dan penandatanganan prasasti mushala oleh Kapolda didampingi pejabat utama polres jajaran dan forkompimda Kota Madiun.

(Arief Luqman dan Tim Redaksi BINs – Bhayangkara Indonesia News)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here